Mengungkap Misteri Elizabeth Bathory

Rabu, 08 Agustus 2012  | 

Add a Comment  | 
Link to this Post  |  
Elizabeth Bathory, merupakan seorang pembunuh berantai terbesar dalam sejarah tercatat kurang lebih 650 nyawa manusia melayang sia-sia ditangannya. Ini adalah pencapaian rekor kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh seorang individu yang memakan korban tertinggi sepanjang sejarah umat manusia.
Elizabeth Bathory Lahir di Hungaria thn 1560, Kurang lebih 100 tahun setelah Dracula Meninggal. Kakek Buyut Elizabeth Bathory adalah Prince Stephen Bathory yang merupakan salah satu Ksatria yang memimpin pasukan Vald Darcul ketika dia merebut kembali kekuasaan di Walachia seabad sebelumnya.
Orang tua Elizabeth, Georges dan Anna adalah bangsawan kaya raya dan merupakan salah satu keluarga ningrat paling kaya di Hungaria saat itu. Keluarga besarnya juga terdiri dari orang2 terpandang. Salah satunya sepupunya adalah perdana menteri di Hungaria, seorang lagi adalah Kardinal. Bahkan pamannya, Stephen kemudian menjadi Raja Polandia.
Namun keluarganya Bathory memiliki “sisi” lainnya yang lebih “gelap” selain segala kekayaan dan popularitasnya. Disebutkan bahwa salah satu pamannya yang lain adalah seorang Satanis dan penganut Paganisme sementara seorang sepupunya yang lain memiliki kelainan jiwa dan gemar melakukan kejahatan sexual. Thn 1575, di usia 15tahun Elizabeth menikah dengan Count Ferencz Nadasdy yang 10tahun lebih tua darinya.
Karena suaminya berasal dari ningrat yang lebih rendah, maka Count Ferenzy Nadasdy menggunakan nama Bathory dibelakangnya. Dengan demikian Elizabeth bisa tetap menggunakan nama keluarganya yaitu Bathory dan tidak menjadi Nadasdy. Kedua pasangan tersebut kemudia tinggal di Kastil Csejthe, yang merupakan sebuah kastil diatas pegunungan dengan desa Csejhte dilembah dibawahnya. Suaminya jarang mendampingi Elizabeth karena Count Ferencz lebih sering berada di medan pertempuran melawan Turki Usmani (Ottoman). Ferencz kemudia menjadi terkenal karena keberaniannya di medan pertempuran,bahkan dianggap sebagai pahlawan di Hungaria dengan julukan “Black Hero of Hungry”.

Elizabeth yang masih muda tentu senantiasa merasa kesepian karena selalu ditinggal sang suami. Disebutkan dia memiliki kebiasaan mengagumi kecantikannya dan kemudia memiliki banyak kekasih gelap yang melayaninya selama sang suami tidak berada ditempat. Elizabeth bahkan pernah melarikan diri bersama kekasih gelapnya namun kemudia kembali lagi dan suaminya memaafkannya. Tapi hal tsb tidak mengurangi ketagihan Elizabeth akan kepuasan seksual. Disebutkan juga Elizabeth menjadi seorang biseksual dengan melakukan hubungan lesbian dengan bibinya, Countess Klara Bathory.
Elizabeth kemudian mulai terpengaruh dengan satanisme yang diajarkan oleh salah seorang pelayan terdekatnya yang bernama Dorothea Szentes yang biasa disebut Dorka, Karena pengaruh Dorka, Bathory mulai menyenangi kepuasan seksual lewat penyiksaan yang dilakukan terhadap pelayan2 lainnya yang masih muda. Selain Dorka, Elizabeth dibantu beberapa pelayan terdekat yaitu : suster Iloona Joo, Pelayan pria Johaness Ujvari dan seorang pelayan wanita bernama Anna Darvula, yang merangkap sebagai kekasih Elizabeth.
Bersama para kru S&M-nya, Elizabeth merubah kastil Csejthe menjadi pusat teror dan penyiksaan seksual.Para gadis2 muda yang jadi pelayannya disiksa dengan menggunakan berbagai alat untuk menyakiti bagian tubuh tertentu. Tahun 1600, suaminya Ferencz meninggal dan era teror sesunggunya dimulai. Memasuki usia 40tahunan Elizabeth menyadari bahwa kecantikannya mulai memudar. Kulitnya mulai menunjukan tanda2 penuaan dan keriput yang sebenarnya lumrah di usia tsb. Tapi Elizabeth adalah pemuja kesempurnaan dan kecantikan dan dia akan melakukan apa saja demia mempertahankan kecantikannya.
Suatu saat dengan tidak sengaja seorang pelayan wanita yang sedang menyisir rambutnya secara tidak sengaja menarik rambut Elizabeth terlalu keras. Elizabeth yang marah kemudia menampar gadis malang tsb. Darah memancar dari hidung hadis tsb dan mengenai telapak tangan Elizabeth. Saat itu Elizabeth disebutkan menduga dan percaya bahwa darah gadis muda tsb memancarkan cahaya kemudaan mereka. Serta merta dia memerintahkan 2 pelayannya, Johannes Ujvari dan Dorka menelanjangi gadis tsb, menarik tangannya keatas bak mandi dan memotong urat nadinya. Ketika gadis itu meninggal kehabisan darah, Elizabeth segera masuk kedalam bak mandi dan berendam dalam kubangan darah. Dia menemukan apa yang diyakininya sebagai “Rahasia Awet Muda”.
Ketika semua pelayan mudanya sudah mati, Elizabeth mulai merekrut gadis muda di desa sekitarnya untuk menjadi pelayan di Kastilnya. Nasib mereka semuanya sama, diikat diatas bak mandi kemudia urat nadi mereka dipotong hingga darah mereka menetes habis kedalam bak mandi tsb. Elizabeth seringkali berendam didalam kolam darah sambil menyaksikan gadis yang jadi korbannya sekarat meneteskan darah hingga tewas. Sesekali Elizabeth bahkan meminum darah para gadis tsb untuk mendapatkan “INNER BEAUTY”
bath
Lama kelamaan Elizabeth merasa bahwa darah para hadis tsb masih kurang baginya.Demi mendapat darah yang lebih “berkualitas”, Elizabeth kemudian mengincar darah para gadis bangsawan rendahan. Dia kemudian melakukan banyak penculikan terhadap gadis2 bangsawan untuk dijadikan korbannya.
Namun hal tersebut justru menjadi bumerang baginya karena hilangnya gadis2 bangsawan dengan cepat mendapatkan perhatian di kalangan bangsawan, orang2 berpengaruh hingga Raja sendiri. Tanggal 30december 1610, sepasukan tentara dibawah pimpinan sepupu Elizabeth sendiri, menyerbu Kastil Csejthe di malam Hari.
Mereka semua terkejut melihat pemandangan yang mereka temuka didalam kastil tsb.
Mayat seorang gadis yang pucat kehabisan darah tergeletak diatas meja makan, seorang gadis yang masih hidup namun sekarat ditemukan terikat ditiang dengan kedua urat nadinya disayat hingga meneteskan darah. Dibagian penjara ditemukan belasan gadis yang sedang ditahan menunggu giliran dibunuh. Kemudian di ruang basement ditemukan lebih dari 50 mayat yang sebagian besar sudah mulai membusuk.

Selama pengadilan Atas Elizabeth Bathory ditahun 1611 sekurangnya 650daftar nama korban2nya didapat berdasarkan laporan dari berbagai pihak. Mulai dari keluarga2 petani hingga keluarga2 bangsawan. Elizabeth sendiri tidak pernah didatangkan di pengadilan untuk diadili secara langsung. Hanya ke 4 pelayannya yang diadili dan kemudian dihukum mati. Namun Elizabeth mendapatkan hukuman juga. Raja Hungaria memerintahkan Elizabeth dikurung dalam kamarnya di Kastil Csejthe selama sisa hidupnya. Para pekerja kemudian dikerahkan untuk menutup semua pintu dan jendela ruang kamar Elizabeth dengan tembok dengan hanya menyisakan lubang kecil yang digunakan untuk memasukan makanan dan minuman sehari2.
Tahun 1614, atau 4tahun setelah Elizabeth diisolasi dengan tembok dikamarnya sendiri, seorang penjaga melihat makanan yang disajikan untuk Elizabeth tidak disentuh selama seharian. Penjaga itu kemudia mengintip kedalam dan melihat Sang Countess tertelungkup dengan wajah dilantai. Elizabeth Bathory “The Blood Countess” meninggal di usia 54tahun.

Artikel Menarik Lainya

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar kalian, ini adalah blog DOFOLLOW jangan melakukan spam atau kata-kata kotor